Panduan Menentukan Total Head Pompa dengan Benar Sebelum Membeli
Salah menghitung total head adalah penyebab pompa gagal mengalirkan air. Pelajari cara menghitungnya lengkap dengan contoh nyata.
Ketika sebuah pompa gagal mengalirkan air sesuai harapan, penyebab yang paling sering ditemukan adalah kesalahan dalam menghitung total head. Angka inilah yang menentukan seberapa kuat pompa harus bekerja, dan mengabaikannya berarti mempertaruhkan keberhasilan seluruh instalasi. Untungnya, menghitung total head tidak sesulit yang dibayangkan.
Pada artikel ini kita akan menguraikan komponen-komponen pembentuk total head satu per satu, lalu menyatukannya dalam sebuah contoh perhitungan yang mudah diikuti.
Memahami Head Statis
Head statis adalah selisih ketinggian vertikal antara permukaan air sumber dengan titik keluaran air tertinggi. Komponen ini terdiri dari dua bagian: jarak dari muka air hingga permukaan tanah, dan tinggi bangunan dari permukaan tanah hingga keran atau tandon teratas.
Head statis tidak bergantung pada apakah air mengalir atau tidak. Ia murni soal ketinggian yang harus ditaklukkan. Angka inilah yang menjadi dasar dari total head sebelum faktor lain ditambahkan.
Menambahkan Head Dinamis atau Kerugian Gesek
Ketika air mengalir di dalam pipa, ia mengalami gesekan dengan dinding pipa dan hambatan di setiap belokan, katup, serta sambungan. Hambatan ini disebut head loss atau kerugian gesek, dan bersama head statis membentuk head dinamis total. Faktor yang memengaruhinya antara lain:
- Panjang total pipa dari pompa hingga titik keluar.
- Diameter pipa; pipa yang terlalu kecil menambah gesekan.
- Jumlah belokan, sambungan, dan katup di sepanjang jalur.
- Debit air; semakin deras aliran, semakin besar kerugian gesek.
Semakin panjang dan berliku jalur pipa, semakin besar pula kerugian yang harus dikompensasi oleh pompa. Inilah sebabnya pemilihan diameter dan jalur pipa yang efisien ikut memengaruhi kebutuhan head.
Contoh Perhitungan Sederhana
Mari kita ambil sebuah rumah contoh. Muka air sumur berada 20 meter di bawah tanah, dan keran tertinggi berada 8 meter di atas tanah. Maka head statisnya adalah 20 ditambah 8, yaitu 28 meter. Angka ini belum termasuk kerugian gesek.
Sebagai perkiraan aman, kerugian gesek pipa sering diestimasi sekitar 20 hingga 30 persen dari head statis pada instalasi rumah biasa. Bila kita ambil 25 persen dari 28 meter, tambahannya sekitar 7 meter. Dengan demikian, total head yang dibutuhkan mendekati 35 meter.
Menerjemahkan Angka ke Pemilihan Pompa
Setelah total head diketahui, langkah berikutnya adalah mencocokkannya dengan kurva performa pompa. Anda mencari pompa yang pada angka head tersebut masih mampu memberikan debit air yang memadai. Pompa yang head maksimumnya hanya pas di angka kebutuhan biasanya kurang ideal, karena pada titik itu debitnya sudah sangat kecil.
Turbomeister menyediakan beragam kelas pompa submersible sehingga total head hasil perhitungan Anda dapat dicocokkan dengan model yang bekerja efisien, bukan sekadar yang sanggup mencapai ketinggian minimum.
Pompa jenis ini juga dikenal sebagai pompa satelit, pompa submersible, pompa sibel — istilah yang berbeda untuk perangkat yang sama.
